Berita
WORKSHOP PENGUATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBEKALAN PENGAWAS DANKEPALA SEKOLAH

WORKSHOP PENGUATAN BUDAYA LITERASI DAN PEMBEKALAN PENGAWAS DANKEPALA SEKOLAH

Bupati Kabupaten Ciamis bapak Dr. H. Herdiat Sunarya Secara resmi membuka kegiatan Workshop Penguatan Budaya Literasi Dan Pembekalan Pengawas Dan Kepala Sekolah Tahun 2024. Kegiatan pembukaan ini berlangsung di Aula KH. Irfan Hielmy, Islamic Center Ciamis pada hari Rabu, 06 Maret 2024.

Literasi merupakan sebuah istilah yang memberikan makna mendalam pada kemampuan melek huruf atau aksara dan juga merujuk pada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

Seringkali literasi ini ditafsirkan hanya untuk kegiatan kesusastraan semata, padahal pengertiannya sangat luas. Tiap bidang keilmuan tidak bisa dipisahkan dari literasi ini. Dapat dikatakan jika literasi adalah media dalam menyampaikan atau mengemas ilmu pengetahuan. Karena itu kemampuan literasi sangat dibutuhkan bahkan menjadi keniscayaan tatkala disandingkan dengan kompetensi seseorang. Orang dengan kemampuan literasi yang baik biasanya akan cukup menonjol dibidang apapun yang digelutinya.

Dalam sebuah survei yang dilakukan oleh oleh lembaga internasional PISA, Indonesia duduk diposisi yang rendah yakni posisi ke-62 dari 70 negara untuk literasi. Hal ini mengindikasikan betapa rendahnya kemampuan literasi bangsa kita.   Rendahnya tingkat kemampuan literasi bangsa Indonesia ditengarai karena rendahnya minat masyarakat terhadap budaya membaca dan kecintaan terhadap buku, sehingga berimbas pula terhadap rendahnya ilmu pengetahuan dan wawasannya.

Kemampuan literasi sudah harus mulai disosialisasikan sebagai kebutuhan. Sekolah sebagai wadah untuk mencetak generasi bangsa sudah seyogyanya mengimbaskan kemampuan literasi kepada peserta didik. Melalui kegemaran membaca, berkata dan bertutur sesuai tuntunan bahasa yang benar dan santun.

Literasi harus secara dini menjadi pemahaman setiap peserta didik, karena literasi merupakan pintu utama bagi pengembangan ilmu pengetahuan secara lebih luas. Adapun cara yang digunakan untuk memperoleh literasi adalah melalui pendidikan, karena pendidikan merupakan gerbang ilmu pengetahuan yang menuntun kita menuju cahaya masa depan.

Saat ini pembentukan karakter peserta didik merupakan hal yang utama dan harus diupayakan sebagai dasar ilmu pengetahuan. Karena ilmu tanpa adab tidak akan menghasilkan keindahan budi pekerti, sebaiknya adab tanpa ilmu juga tidak akan membentuk intelektual sejati.                

Untuk mewujudkan karakter peserta didik yang baik pemerintah mengupayakan penguatan karakter melalui penguatan profil pelajar pancasila dengan enam dimensinya yaitu: Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yme Dan Berakhlak Mulia, Bernalar Kritis, Kreatif, Mandiri, Bergotong Royong Dan Berkebinekaan Global. 

Mudah-mudahan ilmu dan adab dapat selalu berjalan beriringan, selanjutnya kemampuan intelektual melalui literasi dan ilmu pengetahuan juga selalu beringan dengan karakter yang baik, perilaku, tutur kata dan sopan santun yang selalu terjaga dalam mewujudkan pelajar dan pemuda yang cerdas, terampil, berahlak mulya dan bermartabat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sampurasun #BarayaDisdik. Yuk bersama-sama kita wujudkan perbaikan pelayanan publik yang lebih baik, dengan mengisi Survei di link https://ppm.ombudsman.go.id/#/ atau scan qrcode di postingan. Periode pengisian Bulan Juni sampai Bulan September Tahun 2024 ya!


This will close in 5 seconds